MEMUDARNYA TRADISI SUNGKEMAN DAN CIUM TNGAN ORANG TUA

Standard

Seiring dengan perkembangan jaman saat ini manusia sudah mulai meninggalkan budaya-budaya  atau tradisi yang ada dalam masyarakat. Berbicara menenai tradisi, meskipun suku-suku di Indonesia memiliki perbedaan adat istiadat dan budaya tapi ada satu tradisi yang hampir semua suku menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari yaitu tradisi mencium tangan orang yang lebih tua.Tradisi mencium tangan orang yang lebih tua memang sudah mengakar dalam keseharian masyarakat Indonesia. Sebuah bentuk penghormatan dan gambaran budi pekerti luhur yang diwariskan secara turun temurun dari generasi ke generasi.Pada esay ini saya mengambil contoh budaya sungkeman dan cium tangan orang tua sebagai contoh dari kebudayaan genarik yang mulai berubah menuju kebudayaan diferensial, sugkemansudah sangat melekat dengan budaya indonesia khususnya yaitu di daerah jawa.

Pada hari besar seperti hari raya idul fitri budaya sungkeman sering sekali dilaksanakan sebagai bentuk permintaan maaf kepada orang tua atau kepada orang yang lebih tua dakam satu keluarga, namun seiring dengan perkembangan jaman yang masyarakatnya cenderung berpikiran modern ini adat seperti sungkeman ini sudah mulai ditinggalkan.budaya ini sudah mulai tergerus oleh jaman yang sudah serba canggih dan modern ini, sebagai warga negara indonesia tentunya kita wajib untuk melestarikan budaya-budaya atau tradisi adat yang sudah mulai ditinggalkan dikalangan para pemuda –pemuda bangsa saat ini, untuk itu budaya seperti sungkeman dan mencium tangan orang tua harus tetap dilakukan atau diterapkan.

            Sungkeman pada saat hari besar seperti hari raya idul fitri ini adalah bentuk rasa hormat kita kepada orang tua pada saat meminta maaf atau restu orang tua, saat ini banyak orang yang menanggap sungkeman sudah tidak jamannya lagi , karena bgi seseorang yang berada jauh dari orang tua  apabila saat hari raya idul fitri tidak bisa pulang cukup hanya menghubungi atau nersilaturahmi kepada orang tua dengan menggunakan telepon, karena pada saat ini sudah banyak alat-alat komunikasi yang bisa digunakan untuk hanya sekedar bersilaturahmi atau meminta maaf pada saat hari raya idul fitri.Tentunya hal demikian ini sudah jauh melenceng dari adat atau budaya ketimutan indonesia yang menjunjung tinngi nilai kesopanan terhadap orang tua.

            Tradisi cium tangan orang tua saat keluar rumah dan pada saat pulang kerumah juga mulai mengalami pergeseran, banyak anak muda saat ini sudah mulai meninggalkan kebiasaan ini, mereka menganggap bahwa cium tangan orang tua sudah bukan jamannya lagi, misalnya pada saat akan berangkat ke sekolah jarang sekali dari mereka untuk mencium tangan orang tuannya begitu pula pada saat pulang dari sekolah, pada saat akan berangkat ke sekolah mereka biasanya langsung berangkat begitu saja, terkadang pula mereka tidak berpamitan dan langsung berangkat begitu saja tanpa berpamitan terlebih dahulu, hal ini tentunya sudah jauh dari adat kesopanan sebagaimana adat ketimuran yang dianut masyarakat indonesia.

            Dalam esay ini akan dibahas mengenai transformasi kebudayaan generik ke kebudayaan diferensial, dalam hal ini saya mengambil contohbudaya sungkeman dan cim tangan orang tua yang sudah mulai ditinggalan olah masyarakat, mengapa hal tersebut bisa terjadi, tentunya terjadinya pergeseran budaya sungkeman dan cium tangan orang tua ada penyebabnya apalagi di jaman yang serba canggih saat ini, maka semakin melunturkan budaya-budaya tersebut yang awalnya telah melekat dalam budaya ketimuran masyarakat indonesia, yang kemudian di era globalisasi ini masyarakat banyak yang sudah meninggalkan budaya ini, dengan dibahasnya tradisi sungkeman dan cium tangan orang tua ini diharapkan agar masyrakattidak menganggap tradisi-tradisi ini sebagai tradisi yang kuno.

            Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi Dengan adanya tradisi sungkeman dan cium tangan orang tua tentunya akan lebih mengakrabkan kita kepada anggota keluarga kh ususnya adalah orang tua.Dengan mulai tergasernya tradisi ini yang digantikan oleh alat-alat komunikasi untuk bersilaturahmi kepada keluarga, dirasakan kurang adanya rasa atau nilai kesopanan, untuk itu kita harus melestarikan budaya sungkeman dan  cium tangan agar tidak punah dan tergerus oleh perkembangan jaman yang super canggih.Manfaat dari sungkeman ini adalah terletak pada ketenanagan atau keterkaitan batin antara anak dan orang tua, selain itu juga dengan melakukan sungkeman ini sama halnya dengan melestarikan budaya indonesia khususnya daerah  jawa.

 Dengan melakukan sungkeman serta mencium tangan orang tua merupakan bentuk rasa hormat kita kepada orang arang tua, rasa hormat kepada orang tua ini juga sudah mulai luntur  dikalangan anak muda saat ini, entah apa penyebabnya, mungkin juga dikarenakan  pergaulan anak muda anak muda saat ini yang semakin hari semakin melenceng dari budaya atau adat ketimuran, hal inilah yang menyebabkan  sungkeman serta cium tangan orang tua sudah mulai ditinggalkan dan semakin hari semakin luntur, dalam sungkeman serta kebiasaan mencium tangan oarang tua tentunya terdapat restu oarang tua terhadap kita dan banyak orang  yakin bahwa restu tuhan tergantung pada restu orang tua, namun adat ketimuran seperti sungkeman dan mencium tangan orang tua saat ini sudah mulai tergerus oleh jaman.

Salah satu budaya Jawa yang patut kita ketahui adalah tradisi sungkeman. Tradisi sungkeman ini menjadi ciri khas bagi masyarakat Jawa, dimana acara sungkeman biasanya diadakan untuk melengkapi acara tertentu misalnya acara pernikahan. Arti sungkeman sendiri berasal dari kata sungkem yang bermakna bersimpuh atau duduk berjongkok sambil mencium tangan.Tradisi sungkeman ini dapat kita jumpai di masyarakat Jawa pada moment tertentu misalnya pada hari raya lebaran atau dalam pesta pernikahan. Makna sungkeman merupakan wujud bakti anak kepada orang tua sekaligus sebagai tanda hormat anak kepada orang yang dianggap sebagai orang yang dituakan.Oleh sebab itu sungkeman sering dilakukan dalam budaya jawa.

Dalam perkembangannya sekarang ini budaya sungkeman semakin jarang kita temukan, padahal filsafah sungkeman ini memiliki makna yang sangat bagus dan patut kita tanamkan pada generasi penerus agar mereka senantiasa mengingat betapa budaya Jawa senantiasa menjunjung tinggi bakti tulus kepada orang tua.Pada kebiasaan mencium tangan orang tua, dari kecil kita sudah dididik untuk mencium tangan orang yang lebih tua sebagai penghargaan dan sopan santun. Ketika berpamitan akan berangkat ke sekolah ataupun bepergian ke suatu tempat mencium tangan orang tua adalah hal yang wajib dilakukan. Pada saat bertemu Paman ataupun Bibi, Ibu/Bapak Guru, atau siapapun yang lebih tua dan dihormati mencium tangan adalah sebuah keharusan.

Namun saat ini budaya cium tangan seolah sudah tergerus laju perkembangan jaman. Jarang sekali kita dapati seorang murid sekolah dasar misalnya, mencium tangan gurunya atau orangtuanya, sebagai bagian dari penghormatan. Secara keseluruhan, tampaknya budaya saling menghormati ini makin memprihatinkan di kalangan sebagian pelajar sekarang yang justru akrab dengan tawuran.Mulai hilangnya adat-adat kesopanan pada generasi pemuda ini membuat kita semakin prihatin dengan kondisi budaya saat ini, nilai-nilai kesopanan mulai tergerus jaman, karena banyak pemuda saat ini sudah mulai terpengaruh budaya barat atau terkena dampak westernisasi, oleh sebab itu kalangan pemuda kita sudah mulai meninggalkan budaya kesopanan ini.

Dalam buku antripologi budaya yang ditulis oleh Roger M. Keesing membahas mengenai pendekatan-pendekatan antropologi, evolusi manusia, perkembangan budaya masyarakat suku-suku bangsa di dunia dan budaya masyarakatnya, warisan-warisan keanekaragaman manusia yaitu sistem perekonomian atau sistem mata pencaharian, serta membahas mengenai sistem kekerabatan, keturunan, dan struktur sosial yang ada dalam masyarakat.Pola tingkah laku manusia biasanya ditentukan oleh naliri yang muncul, dengan dorongan-dorongan serta refleks-refleks yang timbul dalam diri seseorang tersebut., dalam pola tongkah laku atau kepribadian seseorang juga ditentukan interaksi-interaksi yang dilakukan, dalam buku ini juga mengginakan beberapa metide yaitu :

 

  1. Kerja lapangan

Dalam kerja lapangan ini penelitian-penelitian yang dilakukan dengan langsung turun kelapangan untuk bisa berinteraksi dengan masyarakat yang akan diteliti.Peran serta secara akrab di dalam masyarakat dan melakukan pengamatan mengenai bentuk-bentuk tingkah laku dan organisasi sosial yang ada dalam masyarakat.Dengan melakukan interaksi langsung dengan masyarakat maka peneliti bisa dengan mudah melakukan penelitian dengan menggunakan pendekatan-pendekatan rehadap masyarakat tersebut, dengan demikian maka akan diperoleh data-data yang yang valid sesuai apa yang dilakukan, atau pola tingkah laku seperti apa dalam warga msyarakat tersebut.

  1. Pengamatan

Dalam metode pengamatan ini peneliti juga melakukan hal yang sama dengan metode kerja lapangan yaitu dengan terjun langsung dalam masyarakat, dalam metode ini peneliti dituntut untuk berpikir gengan cermat dalam mengamati tingkah laku dalam masyarakat, dalam metode pengamatan inibiasannya akan dikumpulkan data-data yang diperoleh yang kemudian akan diolah, metode ini juga bisa dilakukan dalam laboratorium, namun karena yang diamati adalah masyarakat atau manusia sehingga membuat menelitiharus terjun langsung dakam masyarakat, sehingga peneliti akan lebih memahami pola-pola tingkah laku yang ada dalam masyarakat tersebut, serta data yang diperoleh akan lebih valid.

  1. Pengumpulan data

Pada metode pengumpulan data peneliti akan mengumpulkan fakta-fakta mengenai pola tinkah masyarakat yang diteliti fakta-fakta tersebut adalah data-data yang akan diolah dan kemudian akan dideskripsikan, dalam pengumpulan data-data secara ilmiah diperlukan pula pemikiran yang ilmiah dalam pengolahan data-data yang ada, agar data-data tersebut dapat dioalah dengan baik dan benar sehingga meminimalisir tejadinya kesalahan dalam pengolahan dta tersebut.Penulisan data ini harus dioalah secara sistematis agar dapat memudahkan dalam pengolahannya.Dalam pengumpulan data ini biasanya akan terdapat data kualitatif dan kuantitatif dari hasil penelitian tentang pola tingkah laku di mayarakat.

Dari data yang telah diperoleh dengan mengamati pola prilaku manusia seperti sungkeman dan mencium tangan orang tua jelas mengalami kemunduranbila dibandingkan dengan jaman masyarakat tradisional, pada masyarakat tradisional mereka sangat menjunjung tinggi budaya sungkeman serta budaya mencium tangan orang tua, apabila hendak meninggalkan rumah atau kembali ke rumah, pada masyrakat modern saat ini rupanya para pemuda atau anak-anak sudah mulai jarang melakukan budaya atau adat-adat tersebut, karena sudah banyak yang terpengaruh oleh budaya western, mereka menganggap bahwa adat seperti sungkeman dan mencium tangan orang tua ini adalah suatu hal yang kuno, oleh sebab itu budaya-budaya ini sudah mulai tergeser oleh jaman yang modern ini.

Dalam buku antropologi yang ditulis oleh Roger M. Keesing bahasanya sangat sulit untuk dipahami, mungkin dikarenakan buku ini adalah buku terjemahan, jadi dahasa yang dipakai sulit untuk dipahami oleh pembaca, dalam buku ini tidak juga tidaj dibahas mengenai prilaku agama masyarakat, sehingga pembaca tidak bisa mengetahui menegai bagaimana prilaku agama pada masyarakat tradisional.Dalam buku ini juga banyak menggunakan istilah-istilah asing, sehingga pembaca akan mengalami kesulitan dalam hal memahami apa makna dari kata tersebut, sehingga pesan atau makna yang hendak disampaikan kepada para pembaca tidak dapat tersampaikan kepada para pembaca.

Sebagai warga negara indonesia yang nemiliki banyak tradisi dan budaya tenyunya sangat membangkakan.Berbicara mengenai tradisi, meskipun suku-suku di Indonesia memiliki perbedaan adat istiadat dan budaya tapi ada satu tradisi yang hampir semua suku menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari yaitu tradisi mencium tangan orang yang lebih tua. Tradisi mencium tangan orang yang lebih tua memang sudah mengakar dalam keseharian masyarakat Indonesia. Sebuah bentuk penghormatan dan gambaran budi pekerti luhur yang diwariskan secara turun temurun dari generasi ke generasi.Sejak kecil kita sudah dididik untuk mencium tangan orang yang lebih tua sebagai penghargaan dan sopan santun.

Bukan pemandangan yang aneh lagi di Indonesia jika kita melihat anak anak kecil  sudah dididik untuk mencium tangan, ketika berpamitan akan berangkat ke sekolah ataupun bepergian. Di Jawa umumnya ada sebuah tradisi mencium tangan yang disebut dengan Sungkeman. Sungkeman berasal dari kata sungkem yang berarti mencium tangan dengan posisi setengah jongkok atau bersimpuh. Sungkeman ini menjadi tradisi ketika hari raya Idul Fitri dengan tujuan untuk meminta maaf atas segala kesalahan yang pernah dilakukan kepada orang tua. Selain hari lebaran, sungkeman ini biasa juga dilakukan pada acara pernikahan, namun saat ini pada saat hari raya idul fitri sudah jarang sekali melakukan sungkeman.

Tradisi dan Budaya Indonesia harus selalu kita lestarikan karena itu adalah identitas kita sebagai orang Indonesia. Jangan biarkan arus globalisasi dan penetrasi budaya asing membuat nilai-nilai kesantunan dan kesopanan kita luntur. Siapa lagi yang bisa menjaga dan melestarikan tradisi dan budaya Indonesia selain orang Indonesia sendiri. Jangan sampai kita baru menyadari sebuah budaya dan tradisi itu milik kita setelah  di klaim oleh negara lain.Tentunya budaya seperti sungkeman dan mencium tangan orang tua ini patut dibanggakan karena di negara lain adat seperti ini tidak ada untuk itu banggalah dengan adat dan budaya bangsa sendiri.

 

Penyebab dari mulai ditinggalnya karena adanya perubahan sosial budaya dapat terjadi bila sebuah kebudayaan melakukan kontak dengan kebudayaan asing.Perubahan sosial budaya adalah sebuah gejala berubahnya struktur sosial dan pola budaya dalam suatu masyarakat.Perubahan sosial budaya merupakan gejala umum yang terjadi sepanjang masa dalam setiap masyarakat. Perubahan itu terjadi sesuai dengan hakikat dan sifat dasar manusia yang selalu ingin mengadakan perubahan, dalam hal ini budaya sungkeman dan mencium tangan orang tua mengalami kemunduran karena kebudayaan tersebut telah terkena dampak westernisasi dari budaya barat yang tidak menjujung tinggi nilai-nilai kesopanan dalam masyarakat.

Dalam hal ini tegerusnya budaya sungkeman dan mencium tangan orang tua juga dikarenakan anggapan bahwa tradisi tersebut adalah tradisi yang kuno, sehingga anak-anak muda pada era modern ini suah mulai meninggalkan budaya dan tradisi ini, akibatnya tradisi dan budaya ini sudah mulai jarang ditemukan dikalangan masyarakat.Seharusnya kita bangga dengan budaya sungkeman dan mencium tangan orang tua ini karena dalam tradisi ini sangat menjunjung tinggi nilai-nilai kesopanan  dalam sebuah keluarga, dengan adanya tradisi ini mendidik anak-anak untuk mempunyai sifat dan sikap yang sopan terhadap orang tua, sehingga mereka tidak akan bersikap tidak sopan kepada orang tuannya.

Budaya sungkeman ini sering sekali dilakukan pada hari raya idul fitri, yaitu pada saat meminta maaf kepada orang tua atau orang yang lebih tua dalam keluarga tersebut, pada saat terjadi sungkeman ini suasana haru akan sangat terasa, karena mereka saling meminta maaf atas kesalahan yang telah mereka perbuat, sebenarnya untuk meminta maaf tidak hanya pada saat hari raya idul fitri saja, namun budaya sungkeman ini sering kali kita lakukan atau kita lihat pada hari raya idul fitri, seiring dengan perkembangan jaman saat ini budaya ini sudah mulai ditinggalkan, oleh karena itu pada saat ini atau pada saat hari raya idul fitri kita sudah jarang sekali melihat budaya ini di kakikan dalam sebuah keluarga, dan hanya meminta maaf dengan berjabat tangan saja.

Budaya sungkeman ini juga sering kita lihat pada acara pernikahan-pernikahan orang jawa, biasanya sungkeman dilakukan dalam acara pernikahan dikarenakan untuk mendapatkan restu dari orang tua untuk memulai kehidupan bersama dengan keluarga barunya, suasana haru akan sangat terasa pada saat dilakukannya sungkeman ini pada acara pernikahan.Bdaya sungkeman ini selalu dilakukan dalam acara pernikahan orang-orang jawa, biasanya budaya ini tidak akan ditinggalkan atau tidak akan terlupakan dalam acara pernikahan tersebut, dan masih bertahan dan tetap dilestarikan hingga saat ini.Walaupun banyak upacara pernikahan yang dilakukan dengan cara western, tetapi orang- orang jawa masih menjunjung tinggi budaya jawa, dan tetap melakukan upacara pernikahan dengan adat jawa.

Pada budaya cium tangan orang tua saat ini juga sudah mulai ditinggalkan pemuda-pemuda bangsa, saya pikir budaya cium tangan orang tua atau orang yang lebih tua dari kita hanya ada di negara kita ini, namun sangat disayangkan bahwa saat ini budaya cium tangan ini sudah tergerus arus globalisasi atau terkena dampak westernisasi budaya barat, saat ini sering dijumpai bahwa anak atau pemuda yang akan keluar rumah atau berangkat ke sekolah sudah banyak  yang tidak lagi mencium tangan orang tuanya, begitubpula sebaliknya pada saat mereka pulang atau kembali ke rumah, hal ini sungguh sangat memprihatinkan karena rasa menghormati orang tua atau restu orang tua sudah mulai luntur karena pengaruh dari globalisasi.

Untuk itu sebagai genarasi pemuda penerus bangsa usahakan kita juga ikut serta dalam melestarikan budaya bangsa yang mulai luntur ini.agar budaya-budaya bangsa tetap melekat pada diri masyarakat, karena budaya-budaya ini merupakan identitas bangsa indonesia yang masih sangat menjunjung tinggi nilai-nilai kearifan dan kesopanan, sebagai generasi pemuda harus mampu menumbuhkan nilai-nilai kesopanan dalam masyarakat, selalu menghormati orang tua adalah bentuk dari rasa terimakasih kita kepada orang tua, untuk itu selalu junjung tinggi nilai-nilai serta budaya-budaya yang ada pada negara kita ini agar budaya-budaya kita tidak tergerus jaman yang serba modern ini, sehingga budaya kita dapat kita turunkan pada anak cucu kita kelak.

 

Advertisements

Masalah Sosial

Standard

masalah sosial adalah suatu kondisi yang dirumuskan atau dinyatakan oleh suatu entitas yang berpengaruh yang mengancam nilai-nilai suatu masyarakat sehingga berdampak kepada sebagian besar anggota masyarakat dan kondisi itu diharapkan dapat diatasi melalui kegiatan bersama. Entitas tersebut dapat merupakan pembicaraan umum atau menjadi topik ulasan di media massa, seperti televisi, internet, radio dan surat kabar.

Jadi yang memutuskan bahwa sesuatu itu merupakan masalah sosial atau bukan, adalah masyarakat yang kemudian disosialisasikan melalui suatu entitas. Dan tingkat keparahan masalah sosial yang terjadi dapat diukur dengan membandingkan antara sesuatu yang ideal dengan realitas yang terjadi (Coleman dan Cresey, 1987).

Contohnya adalah masalah kemiskinan yang dapat didefinisikan sebagai suatu standar tingkat hidup yang rendah, yaitu adanya suatu tingkat kekurangan materi pada sejumlah atau segolongan orang dibandingkan dengan standar kehidupan yang umum berlaku di masyarakat yang bersangkutan.

klasifikasi masalah social :

(1) Konflik dan kesenjangan, seperti : kemiskinan, kesenjangan, konflik antar kelompok, pelecehan seksual dan masalah lingkungan.

(2) Perilaku menyimpang, seperti : kecanduan obat terlarang, gangguan mental, kejahatan, kenakalan remaja dan kekerasan pergaulan.

(3) Perkembangan manusia, seperti : masalah keluarga, usia lanjut, kependudukan (seperti urbanisasi) dan kesehatan seksual.

Salah satu penyebab utama timbulnya masalah sosial adalah pemenuhan akan kebutuhan hidup Artinya jika seorang anggota masyarakat gagal memenuhi kebutuhan hidupnya maka ia akan cenderung melakukan tindak kejahatan dan kekerasan. Dan jika hal ini berlangsung lebih masif maka akan menyebabkan dampak yang sangat merusak seperti kerusuhan sosial. masalah sosial sebagai sesuatu yang bukan kebetulan tetapi berakar pada satu atau lebih kebutuhan masyarakat yang terabaikan.

Dengan menggunakan asumsi yang lebih universal maka dapat disimpulkan bahwa pada dasarnya manusia membutuhkan kebutuhan fisiologis, sosiologis, afeksi serta aktualisasi diri, masyarakat berbeda antara satu dengan yang lain terkait dengan cara memenuhi kebutuhan hidupnya. Karena seorang individu pada dasarnya merupakan hasil “bangunan” budaya dimana individu itu tumbuh.

 

TRANSFORMASI MATA PENCAHARIAN DI ERA GLOBALISASI

Standard

Mata pencaharian merupakan aktivitas manusia untuk memperoleh taraf hidup yang layak dimana antara daerah yang satu dengan daerah lainnya berbeda,sesuai dengan taraf kemampuan penduduk dan lingkungan tempat tinggalnya,penduduk biasanya akan memanfaatkan sumber alam disekitar mereka.Pada awalnya  mata pencaharian  masyarakat di dunia adalah mata pencaharian yang sangat tradisional yaitu dengan memanafaatkan hasil dari alam seperti :berburu dan meramu,beternak,bercocok tanam di ladang,menangkap ikan, dan bercocok tanam menetap dangan irigasi.Seiring perkembangan jaman mata pencaharian tersebut mulai berubah, di era globalisasi ini.Banyak para petani, nelayan mulai beralih profesi sebagai buruh pabrik karena pada saat ini banyak berkembang industri-industri, dan masyarakat mulai meninggalkan sistem mata pencaharian tradisional mereka, mungkin lebih tepatnya bukan meninggalkan tetapi dengan menambah pekerjaan sampingan mereka yaitu bertani dan menjadi penjahit, supir, dan lain sebagainya.Dari perkembangan sistem mata pencaharian di era globalisasi ini tentunya terdapat dampak positif dan negatif.Di bawah ini akan di jelaskan mengenai dampak-dampak tersebut :

Dampak positif dari perkembangan sistem mata pencaharian  di era globalisasi ini adalah masyarakat tidak hanya  tergantung  pada sektor petanian,peternakan, ataupun menangkap ikan saja,karena dalam hal ini di samping masyarakat masih bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka dengan bercocok tanam,beternak,berburu atau meramu ataupun menangkap ikan tetapi  juga bisa dengan bekerja menjadi buruh pabrik, seiring dengan banyak bermunculan industri-industri baru,mereka juga beralih profesi dengan menjadi supir, penjahit, guru, dan lain sebagainya, yang tentunya dapat meningkatkan penghasilan mereka. penyerapan tenaga kerja juga semakin banyak dengan adanya industri-industri yang banyak bermunculan di era globalisasi ini,yang khususnya industri-industri tersebut banyak muncul di perkotaan. Dengan adanya industri-industri ini pendapatan perkapita masyarakatpun  akan mengalami paningkatan. Tidak hanya di bidang industri saja,tetapi juga dengan semakin berkembangnya pola pemikiran manusia, teknologi-teknologi canggihpun juga mulai banyak di ciptakan di era globalisasi ini. Sistem mata  pencaharianpun mulai berubah seperti: guru,dokter,pengacara,sopir,penjahit, dan lain sebagainya.Dalam era globalisasi masyarakat dituntut untuk tidak hanya nenggunakan tenaganya saja dalam hal memenuhi kebutuhan hidupnya, tetapi mereka juga harus mampu berfikir modern untuk mengimbangi perkembangan jaman.Dalam sektor pertanianpun saat ini juga sering diimbangi dengan teknologi-teknologi yaitu seperti sistem kultur jaringan.Sistem ini banyak digunakan pada pekebunan-perkebunan di dunia,dengan adanya sistem ini, petani tidak akan lagi mengalami kesulitan dalam memperoleh bibit-bibit unggul, dengan menggunakan sistem ini petani hanya membutuhkan satu bibit tanaman yang kemudian akan dikultur  menjadi seribu bibit baru, namun dengan  ini juga petani akan mengalami kesulitan dalam hal modal untuk membeli alat-alat yang akan di pakai  pada  sistem ini, yang tentunya biayanya tidak sedikit.

Dalam transformasi ini juga menimbulkan  banyak dampak negatif, yaitu mulai menghilangnya lahan-lahan pertanian untuk dijadikan lahan industri,sehingga banyak masyarakat yang belum beralih sistem mata pencahariannya, yaitu para petani akan terancam kehilangan mata pencahariannya,dalam hal ini tentunya tidak semua petani merubah profesinya, dengan semakin menyempitnya lahan pertanian menyebabkan hasil produksi semakin menyempit juga, akibatnya pemerintah sering mengimpor hasil pertanian dari luar negeri, padahal, di negara kita ini hasil buminya sangat berlimpah kalau saja lahan pertanian tidak di persempit serta apbila para petani mampu  memaksimalkan hasil pertanian mereka dengan kualitas yang bagus.Limbah dari hasil produksi industri-industri tidak jarang juda dibuang di sungai-sungai akibatnya para nelayan di pinggiran sungai mengalami kesulitan untuk menangkap ikan, karena limbah tersebut banyak ikan yang mati, sehingga nelayanpun harus beralih profesi.Dengan banyaknya industri-industri baru, urbanisasipun tidak dapat dihindari, masyarakat yang awalnya hanya mengandalkan hasil bumi mulai pindah ke kota untuk mencari pekerjaan, banyak dari mereka  yang bekerja sebagai buruh pabrik, akibatnya  dari urbanisasi penduduk ini menyebabkan kepadatan  penduduk dikota, yang semulanya banyak industri yang memerlukan tenaga kerja, karena kepadatan  penduduk akibatnya peluang tenaga kerja untuk mendapatkan pekerjaanpun semakin sempit, sehingga para penduduk yang sudah terlanjur berada di kota dan belum mendapatkan pekerjaan tidak memiliki biaya untuk kembali ke daerah asalnya, akibatnya mulai timbul masalah-masalah sosial,seperti:tingginya tingkat pengangguran yang mengakibatkan banyak muncul gelandangan,  serta banyak terjadi tindak kejahatan, karena minimnya kemampuan yang mereka miliki mereka hanya bisa bekerja sebagai buruh pabrik,supir, dan lain sebagainya.

transformasi mata pencaharian di era globalisasi ini mempunyai banyak kelebihannya karena masyarakat tidak hanya mencukupi kebutuhan hidupnya dengan, meramu atau berburu, menangkap ikan, bercocok tanam saja,karena semakin  banyaknya mata pencaharian baru yang berkembang di masyarakat.Dengan beragamnya mata pencaharian saat ini tentunya masyarakat lebih memiliki banyak kesempatan untuk mendapatkan pekerjaan, namun kenyataanya pada era globalisasi ini masyarakat  mengalami kesulitan dalam hal mencari pekerjaan, apakah hal ini disebabkan karena angka kelahiran yang semakin meninggi atau terdapat faktor-faktor lain yang mempengaruhi sulitnya mencari pekerjaan di era globalisasi ini.Dengan banyak bermunculannya mata pencaharian baru,dalam hal ini seperti Indonesia masyarakatnya cenderung menjadi pekerja kasar disebabkan karena minimnya pendidikan mereka,namun menurut saya pendidikan bukanlah faktor yang mempengaruhi sukses tidaknya seseorang, banyak pengusaha yang tidak sempat mengenyam bangku pendidikan mengalami sukses yang luar biasa,tergantung pada diri kita mau atau tidak untuk bekerja keras.Dengan banyak bermunculannya industri-industri baru diharapkan penyerapan tenaga kerja semakin banyak, karena pola pikir  masyarakat yang semakin  maju, saat ini masyarakat tidak hanya bekerja sebagai pekerja kasar.Banyak profesi yang lebih modern bermunculan dengan mulai meningkatnya taraf  pendidikan yang telah mereka terima, dengan demikian profesi seperti guru, dokter, pengacara,ABRI,  saat ini banyak digemari.Pada saat ini pendidikanpun sudah menjadi hal yang umum dibandingkan dengan pada jaman sistem mata pencaharian tradisiaonal,karena pada waktu itu masyarakatnya masih belum mengenal pendidikan sehingga mereka hanya mampu mengolah hasil alam saja, oleh karena itu banyak profesi-profesi saat ini yang mengandalkan pikiran,tidak hanya menggunakan tenaga mereka untuk mencukupi kebutuhannya.Teknologi-teknologi canggih banyak diciptakan di era globalisasi ini, pemikiran manusia tentang teknologipun  sudah jauh berkembang dibandingkan dengan jaman dulu.Pada transformasi mata pencaharian di era globalisasi ini, masyarakat cenderung mulai berpikir maju mereka banyak memanfaatkan keahlian mereka untuk mencari pekerjaan dan juga dari pendidikan yang mereka terima.Dengan modal tersebut pada era globalisasi ini mereka sudah mampu untuk mencari pekerjaan dengan kategori sedikit mengeluarkan tenaga tetapi lebih banyak menggunakan otak.Dengan hal ini mata pencaharian masyarakat sudah jauh berkembang.Masyarakat pada saat ini tidak hanya tergantung pada hasil bumi saja, mereka juga dapat bekerja di lain profesi mereka dengan tetap bercocok tanam, jadi mereka tidak hanya nengandalkan hasil dari pertanian mereka saja untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.Banyak juga masyarakat yang minim keahlian atau pendidikan memutuskan untuk bekerja di luar negeri atau sering disebut juga TKI,kebanyakan dari mereka di sana  menjadi pekerja kasar seperti pembantu rumah tangga, tidak jarang juga terjadi kasus-kasus penganiayaan yang dilakukan majikan kepada para membantunya, tidak jarang juga mereka meregang nyawa di negeri orang, namun sampai saat ini masyarakat masih banyak yang meminati pekerjaan ini.Pedagangan dalam era globalisasi ini juga mengalami banyak perubahan, yang awalnya pada masyarakat tradisional melangsungkan perdagangan mereka dengan cara tukar-menukar barang dagangannya atau barter saat ini sudah jauh berkembang, pada awalnya mereka melakukan transaksi di  pasar-pasar, namun pda saat ini banyak berdiri pertokoan-pertokoan besar dan tidak jarang pula masyarakat mulai meninggalkan pasar-pasar tradisional, akibatnya perdagangan saat ini banyak dikuasai oleh pihak -pihak swasta, dengan barang-barang yang dijual di took-toko besar tersebut tentunya masalah hargapun sangat berbeda jauh bila dibandingkan dengan harga pasar. Masyarakat sering menganggap barang-barang yang di jual di pertokoan lebih bekualitas jika dibandingkan dengan barang yang di jual di pasar-pasar tradisional, padahal belum tentu juga barang yang dijual di toko kualitasnya lebih bagus.Dengan demikian pola pikir masyarakatlah yang sudah banyak berubah.Dengan cara meminimalisir dampak negative dan mengoptimalkan dampak positif tentunya akan semakin memajukan perekonomian masyarakat.Berburu dan meramu merupakan mata pencaharian yang sudah ditinggalkan,system mata pencaharian ini seiring berjalannya waktu sudah sangat jarang di temui pada era globalisasi ini, adapun masyarakat yang masih menggunakan system ini keberadaannya sangat sulit untuk di jangkau, biasanya terdapat pada suku-suku pedalaman.Transformasi di era globalisasi ini lebih menguntungkan masyarakat karena semakin banyaknya profesi-profesi yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat untuk memenuhi kebutuhan hidupmya, karena pada jaman globalisasi ini biaya kebutuhan hidup semakin tinggi atau semakin mahak, oleh sebab itu banyak orang yang tidak hanya memiliki satu mata pencaharian saja untuk memenuhi kebutuhan hidupnya mereka sering mencari pekerjaan sampingan  sebagai pendukung pekerjaan utama mereka, pada saat ini banyak terdapat wanita-wanita karir yang juga ikut membantu perekonomian keluaraga, jadi di era gtlobalisasi ini tidak hanya laki-laki saja yang bekerja, tetapi saat ini perempuan bekerja sudah menjadi hal yang biasa di tengah masyarakat, dengan semakin mahalnya biaya hidup di era globalisasi ini apabila hanya mengandalkan hasil kerja dari laki-laki saja mungkin tidak akan cukup, oleh sebab itu banyak wanita karir saat ini, namun tentunya sebagai wanita karir seorang perempuan dituntut untuk dapat mengimbangi dalam hal pekerjaan dan  rumah tangganya.

MAKNA DARI LAMBANG BURUNG GARUDA

Standard
pancasila_9
  • Garuda Pancasila sendiri adalah Burung Garuda yang sudah dikenal melalui mitologi kuno dalam sejarah Bangsa Indonesia, yaitu kendaraan wishnu yang menyerupai burung elang rajawali. Garuda digunakan sebagai Lambang Negara untuk menggambarkan bahwa Indonesia adalah Bangsa yang besar dan Negara yang kuat.
  • Warna keemasan pada Burung Garuda melambangkan keagungan dan kejayaan.
  • Garuda memiliki payuh, sayap, cakar, dan ekor yang melambangkan kekuatan dan tenaga pembangunan.
  • Jumlah bulu Garuda Pancasila melambangkan hari jadi Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945, diantaranya :

-17 helai bulu pada masing-masing sayap

–  8 helai bulu pada ekor

-19 helai bulu di bawah perisai atau pada pangkal ekor

-45 helai bulu di leher

  • Perisai adalah tameng yang telah lama dikenal dalam kebudayaan dan peradaban Indonesia sebagai bagian senjata yang melambangkan perjuangan, pertahanan dan perlindungan diri untuk mencapai tujuan.
  • Ditengah-tengah perisai terdapat sebuah garis hitam tebal yang melukiskan garis khatulistiwa yang menggambarkan lokasi Negara Kesatuan Republik Indonesia, yaitu negara tropis yang dilintasi garis khatulistiwa membentang dari timur ke barat.
  • Warna dasar pada ruang persiai adalah warna bendera kebangsaaan Negara Indonesia “Merah-Putih” sedangkan pada bagian tengah berwarna dasar hitam
  • Pada persiai terdapat lima buah ruang yang mewujudkan dasar Negara Pancasila. Pengaturan pada lambang persiai adalah sebagai berikut :

– Sila pertama : Ketuhanan yang maha esa

Dilambangkan dengan cahaya dibagian tengah persiai berbentuk bintang yang bersudut lima berlatar

hitam.

– Sila kedua : Kemanusiaan yang adil dan beradab

Dilambangkan dengan tali rantai bermata bulatan dan persegi di bagian kiri bawah persiai berlatar

merah.

– Sila ketiga : Persatuaan Indonesia

Di lambangkan dengan pohon beringin di bagian kiri atas persiai berlatar putih.

– Sila keempat : Kerakyatan yang dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam

Permusyawaratan/Perwakilan

Dilambangkan dengan kepala banteng dibagian kanan atas persiai berlatar merah.

– Sila kelima : Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

Dilambangkan dengan kapas dan padi di bagian kanan bawah persiai berlatar putih.

PANCASILA

Standard

Pancasila bukan hanya berfungsi menjadi “kompas” bagaimana warga negara berprilaku. Namun juga bagaimana menyelenggarakan pemerintahan agar segenap rakyat Indonesia sejahtera. Usai reformasi Pancasila menjadi pembicaraan yang langka. Ia terlupakan. Ketika moralitas bangsa mengalami penurunan, lalu, anak-anak muda kian menjadi “western” dan radikalisme Islam dalam wujud teroris beraksi di Indonesia, barulah semua orang tersadar Indonesia sedang di tubir jurang kehancuran. Semua sibuk mencari “penyembuh”, Pancasila kembali digali keberadaannya, untuk menumbuhkan keasadaran kolektif bangsa mengenai falsafah dan pedoman hidup bangsa.

            Pancasila merupakan payung yang sengaja diciptakan oleh para pendiri bangsa ini sebagai pelindung pembangunan bangsa. Tidak ada yang salah dengan Pancasila, yang salah adalah penerapannya. Problema bangsa ini hanya akan selesai dengan jalan kultural, dan dengan menghargai sikap-sikap menghargai perbedaan Ketika bangsa ini mulai tak tolelir terhadap perbedaan, kunci paling penting untuk menanamkan toleransi adalah menghargai orang lain. Konsep ini sudah ada dalam Pancasila yang dibuat oleh para pembangun bangsa. Dalam konsep ini semua orang memiliki hak dan kewajiban yang sama. Setiap warga negara harus dihargai dan dihormati termasuk ketika terdapat perbedaan yang memang sudah ada dalam kehidupan bangsa Indonesia sejak dulu. Bagian tersulit dalam pendidikan toleransi adalah membuat toleransi mendarah daging  dan menjadi kesadaran setiap anak. Pendidikan toleransi bukan hanya hapalan di luar kepala. Pendidikan toleransi akan berhasil dengan cara mengajak anak untuk melakukan toleransi. “Semua itu dimulai dari keluarga, disini kuncinya,

            Di sekolah dasar hingga atas, generasi muda memperoleh pemahaman mendalam mengenai latar belakang historis, dan konseptual tentang Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 bagi setiap warga negara, merupakan suatu bentuk kewajiban sebelum dapat melaksanakan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Ini adalah kesepakatan para pendiri bangsa dan masyarakat Indonesia untuk menjadikan Pancasila sebagai Dasar Negara (Filsafat Negara), maka setiap warga negara wajib loyal (setia) kepada dasar negaranya. Dalam perjalanan waktu, ketika terbentuk sebuah negara bernama Indonesia, perjalanan hidup bangsa Indonesia sangat ditentukan oleh efektivitas penyelenggaraan negara. Untuk itu Pancasila difungsikan sebagai dasar dalam mengatur penyelenggaraan negara, di bidang ideologi, politik, ekonomi, sosial-budaya dan hankam. Bahkan saat globalisasi masuk ke dalam tiap inchi kehidupan bangsa, Pancasila dijadikan sebagai penyaring dampak negatif yang kemungkinan muncul.

            Maka bagi pemerintah dan rakyat Indonesia, kesetiaan, nasionalisme (cinta tanah air) dan patriotisme (kerelaan berkorban) kepada bangsa dan negaranya dapat diukur dalam bentuk kesetiaan (loyalitas) mereka terhadap filsafat negara (Pancasila) yang secara formal diwujudkan dalam bentuk Peraturan perundang-undangan (Undang-Undang Dasar 1945, Ketetapan MPR, Undang-Undang, dan Peraturan Perundangan lainnya). Kesetiaan warga negara tersebut akan nampak dalam sikap dan tindakan, yakni menghayati, mengamalkan dan mangamankan. Kesetiaan ini akan semakin mantap jika mengakui dan meyakini kebenaran, kebaikan dan keunggulan Pancasila sepanjang masa.

Moral Anak Bangsa

Standard

            Di era modern sekarang ini generasi muda indonesia telah mengalami krisis kebangsaan.Hal itu dapat dibuktikan dengan banyaknya generasi muda yang saat ini telah berprilaku tidak sesuai dengan butir-butir pancasila. Banyak diantara mereka yang mengatasi masalah-masalah yang mereka hadapi dengan jalan pintas. Seperti minum-miunuman keras,menggunakn narkoba,pergi ke tempat-tempat hiburan malam dan bahkan ada yang mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri. Sungguh ini merupakan kerusakan moral dari jati diri bangsa yang begitu fatal. Selain moral dan gaya hidup, ketaqwaan generasi muda bangsa indonesia yang mencermainkan sila pertama juga luntur, Padahal sebenarnya jika generasi muda mempunyai ketaqwaan yang tinggi pasti tidak akan ada tindakaan –tindakan yang melanggar hukum seperi korupsi, kolusi, pelecehan seksual, dan tindakan menyimpang lain, karena mereka menganggap dirinya selalu di awasi oleh Yang Maha Kuasa sehingga mereka takut dosa dan akan selalu berbuat baik.

            Terkait dengan sila ke dua yaitu, Kemanusiaan yang adil dan beradab. Sekarang ini banyak diantara pemuda indonesia yang tidak memanusiakan manusia lain. Maksudnya yaitu mereka tidak menganggap manusia berhakekat sebagai manusia yang mempunyai hak dan kewajiban yang harus dihargai. Sebagai contoh nyata yaitu sekarang ini banyak kasus-kasus perkelahian antar pelajar yang disertai daengan penyiksaan salah satu pihak yang kalah. Mereka menjadikan pihak yang kalah itu sebagai bulan-bulanan dan dianggap sebagai boneka yang dapat dimain-mainkan dan mereka siksa, dan terkadang sampai menimbulkan korban jiwa. Betapa memilukannya pemuda jaman sekarang ini, nyawa melayang dengan sia-sia hanya karena hal yang tidak penting.

            Lalu fakta-fakta lain yang terjadi yang mencerminkan terjadinya krisis jati diri pada generasi muda sesuai sila ke-3 yaitu, Persatuan Indonesia. Dengan memudarnya rasa persatuan dan kesatuan yang terjadi pada generasi penerus bangsa Indonesia kita ini. Hal tersebut dapat kita lihat dari kasus-kasus bentrok antar pelajar atau mahasiswa, bentrok antar seporter sepakbola, bentrok antar genk, dan lain sebagainya. Dari kasus diatas dapat kita ketahui bahwa rasa persatuan kita sebagai warga negara indonesia sudah mulai luntur dan mudah dipengaruhi atau diprovokasi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Keadaan seperti inilah yang menjadi bibit-bibit terjadinya konflik yang lebih besar seperti konflik antar agama, ras, maupun suku. Selain itu fenomena-fenomena yang terjadi yang mencerminkan tidak tertanamkannya rasa persatuan indonesia yaitu terjadinya perpecahan disetiap kelompok sosial.

            Selanjutnya fakta ke-4 yaitu mengenai kepemimpinan yang demokratis yaitu dengan direpkannya musyawarah dan mufakat. Maksudnya pemimpin di negara kita ini harus bersifat demokratis baik dalam hal pemilihannya maupun ketika telah membuat keputusan/kebijakan umum yang terkait dengan masyarakat karena kekuasaan tertinggi di negara kita ini sebenarnya berada di tangan rakyat, dan para pemimpin hanya sebagai wakil/pelayan bagi rakyat untuk mengatur dan mengambil kebijakan dalam negara demi tercapainya kemakmuran bersama. Sekarang ini fenomena-fenomena pemimpin yang tidak demokratis sudah banyak terjadi pada generasi muda saat ini, dan apabila hal itu dibiarka saja berlanjut maka kelak ketika mereka menjadi pemimpin bangsa ini, mereka akan bertindak seperti apa yang mereka biasakan saat ini. Contoh nyata yaitu ketua kelas misalny, dia dalam mengambil kebijakan untuk urusan kelas seperti hendak mengadakan acara pentas seni, banyak di antara mereka yang hanya mendiskusikan/memilih pengurus dalam acara tersebut secara sepihak. Dia hanya berdiskusi dan menerima usulan dari teman-teman yang dekat/akrab dengan dia, sebenarnya untuk formalitas dia telah mengadakan musyawarah namun usul dari teman-temannya yang kurang dekat dengan dia pasti tidak didengar apalagi dilaksanakan. Inilah contoh kecil saja yang biasanya kita rasakan pada kelompok-kelompok kecil dikalangan remaja Indonesia saat ini.

 

            Selanjutnya mengenai keadilan, banyak fakta-fakta mengenai ketidak adilan yang di lakukan oleh generasi muda bangsa Inonesia saat ini. Tidak perlu jauh-jauh, saat ini dapat kita lihat pada kelompok belajar kita saja sebagai faktanya, misalnya dalam pengerjaan tugas membuat makalah seperti ini saja ketidak adilan selalu kita rasakan. Hal tersebut karena sebenarnya yang mengerjakan tugas kelompok misalnya dari 6 anggota kelompok, yang mengerjakan hanya 4 orang dan yang lainnya tinggal nitip nama padahal ia menginginkan mendapatkan nilai yang sama. Sungguh ini adalah contoh kecil yang berada pada kehidupan para pelajar sehari-hari. Jika hal ini berlanjut dapat kia lihat para anggota DPR yang ketika sidang mereka ada yang tidur,  bertelfon, dan lain sebagainnya. Padahal mereka menginginkan upah/gaji yang sama dengan yang melaksanakan musyawarah dengan baik. Sebenarnya hal ini terjadi pada mulanya dimulai dari kasus-kasus kecil seperti diatas yang kemuadian berlanjut karena kebiasaan sampai mereka bekerja pada nantinya.

               Dari kasusu-kasus fakta diatas dapat kita ambil kesimpulan bahwa Jati Diri remaja indonesia saat ini sedang mengelami krisis. Karena Ideologi Pancasila sebagai salah satu ciri khas bangsa Indonesia saja sudah tidak mereka laksanakan sebagai pribadi mereka.

 

Penyebab rusaknya moral bangsa Indonesia :
1. Pengaruh Budaya Luar Ini adalah hal yang mungkin menjadi penyebab rusaknya moral bangsa Indonesia, tak dapat dipungkiri pengaruh budaya barat merusak moral bangsa ini.Sebagai contoh free sex dan pergaulan bebas masuk ke indonesia dari merangseknya budaya barat ke negeri ini.
2. Kurangnya  landasan agama yang kuat, Ini juga bisa menjadi sebab rusaknya bangsa indonesia.Jika agama yang kita miliki kuat maka tentu saja kita akan takut berbuat dosa.Sehingga tidak akan ada kejahatan atau paling tidak kejahatan akan sangat minim dalam negeri ini.Contohya saja jika para pejabat negeri ini memiliki landasan agama yang baik,maka apa berani dia memakan uang rakyat(Korupsi)?!
3. Salahnya Sistem Pendidikan Indonesia Ini juga bisa menjadi penyebab rusaknya moral di Indonesia. Sebagaimana anda tahu anak-anak menghabiskan banyak waktunya di dalam sekolah.Sayangnya sekolah sekarang hanya identik untuk mencari ilmu duniawi saja dan jarang ada yang sekolah yang juga mengajarkan aspek-aspek moral, jikalau ada porsinya, tetapi itu sangat minim. Oleh karena itu, pendidikan karakter bangsa bagi generasi muda tentu sangat diperlukan, sehingga ke depan para pemuda memiliki tanggungjawab moral untuk membela dan membangun Indonesia yang lebih baik.

            Ketiga hal diatas mungkin hanya penyebab yang Basic saja,masih banyak lagi penyebab-penyebab lain yang menyebabkan moral bangsa ini merosot. Tetapi untuk memperbaiki moral bangsa indonesia saya rasa cukup menghilangkan 3 penyebab diatas saja.Jikalau pengaruh luar sudah berkurang, agama kita kuat dan pendidikan juga mengajarkan aspek moral saya rasa moral bangsa indonesia tidak akan serusak ini, oleh  untuk mengatasi masalah jati diri remaja Indonesia seperti diatas yaitu dimulai dari diri kita sendiri. Kita harus sadar terlebih dahulu kemuadian berusaha merubah sikap kita agar berkepribadian sesuai dengan pribadi bangsa Indonesia. Selanjutnya menurut saya agar masyarakat Indonesia mampu menjalankan nilai-nilai pancasila dengan baik yaitu dengan meningkatkan ketakwaan kepada Tuhan YME. Karena dengan ketakwaan dan keyakinan yang tingi masyarakat akan mempunyai rasa takut terhadap dosa sehingga akan enggan berbuat salah seperti korupsi, kolusi, penipuan, pencurian, pembunuhan, pelecehan seksual, dsb. Pasti tidak akan terjadi. Namun jika primordialisme terhadap agama yang dianut terlalu tinggi maka akan mengakibatkan perpecahan juga. Hal ini dapat diatasi dengan menanamkan sikap toleransi melalui pendidikan di sekolah umum.